Apple dan “Startup”

Apple sedang berupaya untuk mematenkan merk dagang untuk kata “Startup” di Australia:

Apple has filed a new application for a trademark on the word “Startup,” centering around the category of “[r]etail store services featuring computers, computer software, computer peripherals, mobile phones, and consumer electronic devices, and demonstration of products relating thereto.”

Hah, “startup”? Bukannya kata startup sudah dipakai sejak lama?

Yup. Tapi kata yang ingin dipatenkan oleh Apple ini spesifik untuk pelayanan dari Apple Store milik Apple, berupa demonstrasi produk, instalasi, pemeliharaan, perbaikan, dan dukungan-dukungan lainnya yang masuk dalam 4 kelas. Jadi, tidak ada hubungannya dengan startup yang ini.

Apel sudah ada lama sebelum Steve Jobs lahir. Rumah nenek saya sudah ada jendelanya sebelum Microsoft berdiri. Hutan Amazon sudah ada sejak kurang lebih 55 juta tahun yang lalu. Dan galaksi sudah ada sejak…

Dunia kita penuh dengan merek dagang dari kata yang sudah ada.

Mungkin Anda ingin membuka halaman paten merek dagang dari Microsoft, Google, atau Amazon sebagai perbandingan.

Penggalangan dana Ubuntu Edge selesai di $12.8 juta

Penggalangan dana untuk Ubuntu Edge akhirnya selesai, dengan jumlah dana yang terkumpul hanya sekitar $12.8 juta, atau sekitar 40% dari target.

Sebagai geek, dan terutama sebagai pengguna setia Ubuntu, saya sangat ingin kampanye ini sukses dan terealisasi. Tapi, kegagalannya ini sudah bisa ditebak dari awal. Selain jumlahnya yang cukup besar, kampanye ini seperti tidak punya rencana yang jelas dan berubah-ubah, apalagi begitu sadar kalau mereka akan gagal. Masalah lainnya adalah, orang-orang yang menggunakan dan tahu tentang Ubuntu cenderung tidak memberikan donasi.

Memprediksikan reaksi orang-orang ketika iPhone 5S diperkenalkan

Desain yang sama

“Apple telah membuat kesalahan, orang-orang sudah bosan dengan desain iPhone 5.”

“Apple sudah tamat. Apple tidak bisa lagi berinovasi setelah ditinggal Steve Jobs.”

“Apple lagi-lagi merilis produk yang gampang lecet.”

Tombol Home yang cembung + fingerprint scanner

“Fingergate.”

“Beli iPhone baru hanya untuk fitur gimmick? Apalah layak?”

“Tombol Home yang cembung itu akan gagal. Steve Jobs pasti sudah memikirkan jauh sebelumnya untuk menggunakan tombol yang cekung.”

Warna emas

“Ini adalah desain dan warna paling konyol yang pernah diciptakan Apple.”

“Apple sudah putus asa membuat iPhone dengan warna hitam dan putih.”

iOS 7

“Inilah versi iOS yang pertama kali lolos dari seleksi Steve Jobs.”

“iOS yang paling banyak keluhannya.”

How Ashton Kutcher prepare for his role as Steve Jobs

Ashton Kutcher menjelaskan bagaimana ia mempersiapkan diri untuk memerankan tokoh Steve Jobs pada film Jobs:

I spent about 3 months preparing the character.

I started by consuming content about Steve Jobs. The script was a fantastic resource but after reading it I was left with as many questions as answers as to why he was the way he was and why he made some of the decisions he made. I started by watching documentaries and interviews Silicon Valley Historical Association about him and collecting youtube content Inspired By Jobs: Technology and Soundcloud files on jobs.

Ashton Kutcher: Produk-produk ciptaannya (Steve) benar-benar menggambarkan Steve Jobs…

But in the end one of the greatest tells of the man were his creations. They were elegant, intelligent, thoughtful, precise, artistic, bold, visionary, complicated, efficient, fun, entertaining, powerful, imperfect, and beautiful on the inside and out…. Just like Steve.

“Frosted glass” ada karena kurangnya inovasi?

Saya senang membaca tulisan dari orang-orang yang menceritakan pengalamannya menggunakan satu platform hingga bagaimana ia berpindah ke platform lain karena alasan-alasan tertentu. Entah itu dari Windows Phone ke iOS, ataupun sebaliknya.

Ada yang pindah ke iOS karena memang suka dengan iOS atau ekosistem Apple, dan ada juga yang pindah dari iOS karena adanya kekurangan pada iOS. Apapun itu, pasti ada alasannya. Dan biasanya ada cerita menarik dari mereka yang berpindah tersebut.
Continue reading ““Frosted glass” ada karena kurangnya inovasi?”