Kembali ke elementary

Setelah beberapa minggu lamanya bertahan di Ubuntu 12.04 LTS, yang merupakan OS bawaan laptop saya… akhirnya saya tergoda juga untuk menginstall elementary OS “Freya” yang sudah saya download dulu. Kebiasaan lama susah hilang.

Ini dia hasilnya…

elementary OS Freya
elementary OS “Freya” is d’best

Well, tidak mengecewakan 🙂 Apalagi buat yang suka dengan tampilan OS X. Di Freya ini kustomisasi tampilannya cukup mendekati Yosemite berkat GTK/GNOME yang bisa dibuat transparan dengan CSS.

“You are cheating if you download elementary OS for free”

Saya cukup kecewa dengan pernyataan dari tim elementary OS via blognya (teksnya sudah diubah setelah heboh) bahwa pengguna yang mendownload elementary OS tanpa membayar/memberi donasi alias gratis, adalah cheater.

elementary OS

Saya jadi sedikit merasa bersalah telah merekomendasikan elementary OS kepada teman-teman/pembaca di sini, karena saya tahu mereka akan mendownloadnya secara gratis 🙁

Elementary OS Freya

Elementary OS Isis, yang direncanakan menjadi rilis ketiga elementary OS yang merupakan penerus dari elementary OS Luna kini resmi berubah nama menjadi elementary OS “Freya”.

Nama “Isis” diubah menjadi Freya agar orang-orang tidak bingung membedakannya dengan ISIS, grup militan yang ada di Irak dan Suriah.

While Isis worked well, there is currently an active militant group in Iraq and Syria commonly known as “ISIS” (Islamic State in Iraq and Syria). elementary obviously has no ties to that group—and we don’t think people will get us confused—but we want to both recognize the ongoing turmoil and choose a less controversial name.

Selain nama, tidak ada yang berubah. Nantinya elementary OS Freya akan berbasis Ubuntu 14.04 LTS, sama dengan yang direncanakan sebelumnya.

Mengubah file manager default pada elementary OS

Elementary OS memang sudah menyertakan Files (Pantheon Files) sebagai file manager default, tapi saya tetap saja menginstall Nautilis di eOS sebagai file manager alternatif. Dan nyatanya, Nautilus justru menjadi file manager utama saya baik itu untuk mengakses data atau file, ataupun me-mount/unmount harddisk.

Nah, meski sudah diatur menjadi pilihan utama, Nauitlus tetap belum berubah statusnya menjadi file manager default. Terbukti ketika membuka file hasil download dari browser (misalnya “Open downloads folder” pada Google Chrome), maka yang terbuka adalah Files. Alhasil, saya hanya menutupnya dan membuka Nautilus secara manual. Menyianyiakan fitur yang diberikan browser.
Continue reading “Mengubah file manager default pada elementary OS”

If I had to leave the Mac? I’d switch to elementary OS

elementary OS (‘e’ kecil) apalagi sejak versi Luna memang sudah mencuri banyak perhatian, terutama dengan tampilannya yang berbeda dengan distro Linux pada umumnya, dan cenderung lebih mirip/dimiripkan OS X. Dan hari ini, John Moltz, blogger yang juga pengguna Mac menulis artikel di Macworld untuk memberikan tanggapannya terhadap elementary OS Luna :

So while some of Elementary OS is inspired by the Mac, much of it also seems inspired by today’s mobile operating systems. That’s a smart way to go, as mobile devices are, if you haven’t heard, quite popular these days. And if Elementary seems less feature-rich in its GUI, remember, this is still Linux, so pretty much everything is configurable one way or another.

Elementary OS Luna Beta 2

Hampir enam bulan setelah Beta 1 dirilis, versi beta berikutnya dari elementary OS Luna akhirnya dirilis untuk publik.

Saya sudah mencoba desktop elementary OS Luna bahkan sebelum versi Beta 1 dirilis. Sejauh ini saya suka, tetapi karena perkembangannya saya rasa terlalu lama, terpaksa saya harus meninggalkannya.

Elementary OS Luna kalau tidak salah berbasis Ubuntu LTS, jadi bisa dibilang fitur-fiturnya ketinggalan dengan Ubuntu versi saat ini. Kelamaan di versi Beta, bayangkan saja, dari versi beta 1 ke beta 2 jaraknya sekitar enam bulan. Hampir sama dengan jarak rilis Ubuntu desktop. Begitu versi finalnya dirilis, mungkin orang-orang tidak akan tertarik lagi karena Ubuntu yang dirilis pada saat itu mungkin lebih menggoda, dan Luna akhirnya ketinggalan, padahal new release. Tapi, meskipun begitu saya yakin masih banyak fans setia elementary OS yang masih setia menggunakannya.
Continue reading “Elementary OS Luna Beta 2”

Elementary OS Luna Beta 1

elementary OS Luna

Salah satu distro Linux selain Ubuntu yang cukup ditunggu-tunggu kehadirannya pada tahun ini, elementary OS Luna, telah memasuki tahap Beta 1 dan telah dirilis ke publik.

Walaupun masih Beta, versi ini sudah cukup stabil menurut saya yang sudah mencoba menginstall desktopnya sejak beberapa bulan yang lalu.

Beta 1

  • Pantheon adalah desktop environment dan shell untuk elementary OS Luna. Pantheon mencakup greeter (tampilan login), panel, launcher aplikasi, dock, window manager dan tema elementary.
  • Login screen baru yang berbasis LightDM.
  • Panel untuk Luna adalah WingPanel.
  • Slingshot sebagai launcher.
  • Tema standar (Elementary) yang sudah dipercantik.

Download

Jika ingin mencoba versi Beta 1 ini, Anda bisa langsung mendownloadnya:

Bug pada Slingshot (Ubuntu)

Slingshot

Beberapa hari terakhir ini tombol Applications pada Elementary OS (Luna) pada Ubuntu saya tidak bekerja seperti biasanya. Tombol yang ketika di klik harusnya menampilkan daftar aplikasi kini membuka Files (file manager bawaan Elementary OS). Dan herannya lagi, secara otomatis Files akan membuka path /usr/share/applications/.

Setelah mencari sumber permasalahan di Launchpad, ternyata ini adalah bug.

Menurut salah satu developer eOS:

We’re transitioning slingshot to a new binary name, this is a temporary side-effect

Wajarlah, Elementary Desktop yang saya install di Ubuntu 12.04 LTS ini masih belum stabil, jadi bug yang saya alami ini adalah salah satu efek samping dari pengembangan eOS.

Jadi, kalau Anda juga mengalami hal yang sama dengan saya, solusinya adalah seperti ini:

  1. Klik pada Applications, dan cari dan jalankan dconf-editor (harus sudah terinstall sebelumnya)
  2. Telusuri org > pantheon > desktop > wingpanel
  3. Ubah default-launcher menjadi slingshot-launcher

Setelah itu Slingshot (Applications pada panel) akan menjadi normal kembali.