Privacy war

Privacy War – Shots Fired by Apple at WWDC (via XDA Forums):

In his talk, Apple VP Craig Federghi talked about how data is processed by Siri without compromising user privacy, on-device as much as possible. He specifically mentioned the lack of cloud-based mining (ahem, Google and Facebook), and how the processing is done on-device, with the data staying on-device. Queries made to their server (for real-time internet-based queries, for example) are kept anonymous, not tied to an Apple ID, and not shared with third parties (another dig at the near-constant data sharing by applications on the Android platform).

“Windows’ last hope”

Oleh Julia Martin dari Inferse:

[ARC] is an interesting take on a concept that Microsoft has similarly been working on for Windows 10 for phones. Google though, with their ARC tools essentially allow for this to happen with Android apps – unofficially beating Microsoft to the punch.

Sepertinya Windows Phone akan bernasib sama dengan BlackBerry. Sedikit aplikasi karena sepi pengguna, sepi pengguna karena sedikit aplikasi. Akhirnya, meminta pertolongan ke platform lain; sideloading aplikasi Android.

Voting versi kernel Linux berikutnya!

Guys! Linus Torvals memberikan kita, pengguna Google+ GNU/Linux, kesempatan untuk menentukan versi (angka) dari (kernel) Linux berikutnya.

Linux kernel

Saat ini versi stabil terbaru dari Linux adalah versi 3.19, dan karena Linus tidak ingin lagi melanjutkan versinya sampai ke 3.20 karena menurutnya terlalu besar (x.20), maka Linus memberikan pilihan apakah sebaiknya versinya dinaikkan saja ke 4.0.

Saya sendiri tidak begitu peduli mana yang dipakai untuk versi berikutnya, tapi saya sudah memberikan suara saya untuk v4.0. Anda bisa juga melakukan voting langsung dari postingan Linus di Google+.

Perbandingan Android Auto dan CarPlay

Saya baru tahu kalau seri mobil dari Hyundai ini mendukung Android Auto dan CarPlay sekaligus. Sangat cocok untuk dijadikan sebagai pembanding. BTW, dari segi UI/UX saya setuju menurut beberapa pendapat kalau Android Auto berorientasi ke penumpang, sedangkan CarPlay cocoknya untuk pengemudi.

Google Wallet: Thanks Apple Pay

Penggunaan Google Wallet meningkat setelah diluncurkannya Apple Pay. Menurut laporan yang dikutip dari Ars Technica, transaksi mingguan menggunakan Google Wallet telah meningkat sebesar 50%, dan pada beberapa bulan terakhir ini pengguna baru telah meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan pada beberapa bulan sebelumnya.

Ars Technica:

Now, a person with knowledge of the matter tells Ars that Google Wallet, which launched back in 2011 and saw tepid success in the ensuing three years, has had considerable growth in the last couple of months. According to our source, weekly transactions have increased by 50 percent, and in the recent couple of months, new users have nearly doubled compared to the previous month.

Rencana cerdik Google:

  1. Memperkenalkan sebuah teknologi baru ke Android,
  2. Apple memperkenalkan terknologi serupa satu atau dua tahun kemudian,
  3. Apple merangkul banyak bank dan gencar mempromosikannya,
  4. Teknologi yang diperkenalkan Google menjadi ikut populer berkat bantuan teknologi yang dipromosikan Apple. Nice.
  5. ???
  6. Profit.

Apple Pay diluncurkan: 2 minggu lalu. Google Wallet diluncurkan: 3 tahun lalu.

Kalau ada yang bilang “itu sudah ada di Android sejak … tahun lalu” selama event Apple berlangsung, itu sudah sangat biasa terjadi.

Chrome OS tidak lagi mendukung ext2/3/4 untuk external drive/SD card

Sepertinya Google nge-troll pengguna GNU/Linux lagi…

Chromium Dev

Chrome OS itu sendiri berbasis Linux, menjalankan kernel Linux, dan ext2/3/4 adalah file system untuk Linux, tapi yang lebih dipentingkan malahan file system Windows (NSTF/FAT), karena dukungan terhadap ext2/3/4 adalah “unnecessary features“.

Lucu ya 😀

Saya sedang membayangkan nasib Google Drive for Linux ditentukan oleh developer malas yang sama…

Ayy m8 let’s drop support for Drive for Linux..

Eric and Mark, any objections?

No. Last time Larry and I checked, the usage was low,

‘K fine. Done!

Nasib Google Public DNS

Berita yang luar biasa dari DailySocial: Kemenkominfo Mulai Paksa ISP Blokir Google Public DNS:

Hari ini kami mendapatkan kabar bahwa beberapa ISP besar di Indonesia mulai melarang penggunaan Google Public DNS oleh para pelanggannya sebagai bagian dari kesepakatan dengan program Trust+ dari Kementrian Komunikasi dan Informatika.

Belum lama musuh menteri kita yang satu itu turun dari jabatannya, tapi yang luar biasanya, inovasi dari kementeriannya tetap berlanjut. Salute.

Tapi menurut saya dengan adanya kebijakan memblokir DNS eksternal atau lebih spesifik Google DNS, justru akan mendorong jutaan anak muda Indonesia untuk mencari jalan dan cara baru yang lebih canggih untuk mem-bypass rintangan yang ada. Yang artinya, itu bagus.

Saya tidak akan heran kalau pemerintah juga akan memblokir Twitter setelah ini.