Demo triple boot iOS 5.1.1, 6.1.3 dan 7.1.2 di iPhone 4 (video)

Deskripsi video:

The iOS device normally do a signed boot to iOS 7.1.2 untethered jailbroken at userland level­. I resized the data partition, then I created four new partitions (system, data for iOS 6 and system, data for iOS 5). I formatted new partitions in HFS+ volumes, then I mounted them. Into those new volumes, I copied the content from respective file system .dmg images. I did adjustements to the fstab and fixed that kb_load() fatal error (incompatible system keybag format between iOS 7.1.2 and older). The iOS 6 and iOS 5 bootstrap applications I made are only a script launcher. There is a system() call with the command line to execute as argument. Something like system(“Bootstrap.sh”), where Bootstrap.sh is a script stored in /bin. The script only launches kloader with the unsigned bootloader image to bootstrap. When I launch a bootstrap application, the device (should) execute the LLB (Low-Level Bootloader) file set in the script which will execute the appropriate iOS specific iBoot (second stage bootloader), which will display the classic apple logo, load the devicetree and boot the kernel with the boot-args (verbose boot, root device and so) set in the appropriate string.

Sepertinya asik juga mengoleksi perangkat lama (32-bit) buat diutak atik seperti ini 😀

Freeform window mode

Menarik juga nih mode freeform window-nya Android N. Semakin mirip OS desktop dengan “traditional multitasking”-nya. Mungkin kalau ada semacam window manager di Android lebih keren lagi 😀

Dulu waktu Remix OS pertama kali diperkenalkan beberapa bulan yang lalu, beberapa orang langsung memprediksi kalau Remix OS ini akan jadi saingan beratnya Chrome OS karena UI/UX nya yang menyerupai OS desktop pada umumnya, plus dukungan aplikasi yang banyak dari Google Play Store. Eh ternyata Google sudah duluan mengembangkan Android ke arah itu. RIP Chrome OS.

Special Edition

iPhone SE

Ada teori menarik soal iPhone SE dan nasibnya.

Pertama, namanya iPhone SE. Bukan iPhone 6C, bukan 6S mini, bukan pula iPhone 5 SE, tapi iPhone SE. Dengan tidak memiliki seri/angka layaknya model iPhone lainnya, iPhone rilis ini terkesan seperti produk sekali rilis, alias “edisi spesial” kalau Anda mau sebut begitu.
Continue reading “Special Edition”

Fragmentasi iPad

iPad Pro 9.7 inci yang baru saja diperkenalkan itu ternyata RAM-nya hanya 2GB saja, lebih rendah dibanding iPad Pro 12.7 inci (4GB).

Dikutip dari ArsTechnica:

For the iPad Pro, the consequences could be more far reaching, just because developers are going to be able to do things with 4GB of RAM that just won’t fit into 2GB of RAM. And Apple has occasionally stopped supporting certain devices because of RAM limitations rather than raw performance limitations—the original iPad had 256MB of RAM and didn’t get either iOS 6 or iOS 7, while the 512MB iPhone 4 with the same A4 chip got both updates. It’s going to be fine for now (many actively supported iPads still have 1GB or even 512MB of RAM), but it could one day be a problem nevertheless.

Benarkah update OTA pada iOS selalu bermasalah?

Saya biasa mendengar orang-orang komplain soal update Over the air (OTA) yang bermasalah di media sosial. Bahwa update dengan cara OTA pasti akan menyebabkan masalah seperti masalah baterai, muncul bug atau glitch aneh, masalah jaringan, dan lain-lain sebagainya.

Saya tahu kalau memang terkadang update dengan cara OTA bisa menyebabkan masalah, tetapi sebenarnya itu tidak selalu terjadi. Yang jadi masalah, orang-orang yang komplain itu sudah terlanjur membuat orang lain jadi waspada dan takut untuk update dengan cara OTA lagi.
Continue reading “Benarkah update OTA pada iOS selalu bermasalah?”