Cara me-restart sound di Ubuntu

Ubuntu audio device

Beberapa hari yang lalu saya menemukan masalah di Ubuntu, atau lebih tepatnya di laptop saya yang menjalankan Ubuntu (14.04.3 LTS). Sebenarnya masalahnya sederhana saja, yaitu pop-up atau menu pemilihan audio device (seperti pada gambar di atas) tidak muncul pada saat saya mencolokkan headset ke laptop saya ini, padahal biasanya langsung muncul. Akibat dari tidak munculnya menu ini adalah keberadaan headset Samsung saya yang tercolok tidak dikenali sebagai sumber output utama, dan suara pun tidak di-switch dari external speaker (laptop) ke headset. Ini menyebabkan suara video/musik dikeluarkan dari speaker laptop dan headset secara bersamaan!

Sebenarnya solusinya gampang, tinggal reboot saja komputernya. Sayangnya waktu masalah itu muncul saya lagi browsing banyak sekali artikel (30+ tab di 3 jendela Chrome berbeda) jadi tidak bisa melakukan reboot begitu saja.

Untungnya saya menemukan solusi lain untuk masalah ini tanpa harus melakukan reboot, yaitu dengan me-restart sound system di Ubuntu nya. Caranya adalah dengan menjalankan perintah berikut pada terminal:

pulseaudio -k && sudo alsa force-reload

Syukurlah, dengan sebaris perintah itu masalahnya hilang dan headset saya bisa dikenali lagi hanya dengan sekali colok. Privasi di tempat umum akhirnya didapatkan kembali 😛

Buat Anda yang punya masalah yang sama silakan ikuti triknya.

Notify, notifikasi dari terminal ke smartphone

Notify adalah sebuah program sederhana yang open source yang berguna untuk mengirimkan notifikasi dari terminal pada komputer GNU/Linux Anda ke smartphone (Android/iOS) Anda. Sangat membantu ketika melakukan pekerjaan atau menjalankan sebuah perintah yang butuh waktu lama untuk selesai, misalnya ketika melakukan update/upgrade paket dalam jumlah besar, menjalankan sebuah script panjang, mengompilasi kernel, dan lain sebagainya.

Caranya installnya gampang. Pertama Anda harus menginstall aplikasi notify pada smartphone Anda dan kemudian menginstall program yang diperlukan pada komputer GNU/Linux Anda. Untuk menyinkronkan antara smartphone dan komputer Anda dibutuhkan sebuah key yang bisa ditemukan pada aplikasi notify pada smartphone.

Langkah selengkapnya seperti ini:

  1. Install notify-cli dari terminal, tetapi pastikan kalau npm (Node) sudah terinstall sebelumnya di komputer Anda.
  2.  npm install -g notify-cli
  3. Setelah aplikasi notify terinstall pada smartphone Android Anda misalnya, buka aplikasinya dan catat key-nya. Kemudian jalankan perintah berikut:
  4. notify -r keyAnda
  5. Setelah sukses meregistrasikan key milik Anda, sekarang Anda sudah bisa mencobanya langsung. Cara untuk bisa mengirim notifikasi ke smartphone Anda adalah dengan menyisipkan ; notify pada akhir perintah yang dijalankan pada terminal.
  6. Contoh: $ sudo apt-get upgrade ; notify

Selamat mencoba 🙂

Ubuntu Software Centre akan digantikan pada 16.04 LTS

Ubuntu Software Center
Ubuntu Software Center, in a nutshell

“App store”-nya Ubuntu yang sudah diperkenalkan sejak enam tahun yang lalu ini (jamannya Karmic Koala) akan berakhir masa pengembangannya pada akhir tahun 2015. Pengganti dari USC adalah GNOME Software dan akan mulai diperkenalkan secara resmi dengan rilisnya Ubuntu 16.04 LTS pada bulan April tahun depan.

Dikutip dari OMG! Ubuntu!:

The decisions were taken at a recent desktop Sprint held at Canonical HQ in London.

“We are more confident in our ability to add support for Snaps to GNOME Software Centre (sic) than we are to Ubuntu Software Centre. And so, right now, it looks like we will be replacing [the USC] with GNOME Software Centre”, explains Ubuntu desktop manager Will Cooke at the Ubuntu Online Summit.

GNOME 3.18 stack will also be included in Ubuntu 16.04, with select app updates to GNOME 3.20 apps taken ‘as and when it makes sense’, adds Will Cooke.

Selain USC, aplikasi bawaan lain yang dihilangkan dari Ubuntu 16.04 LTS adalah Brasero (CD burner) dan Empathy (aplikasi chat). Alasannya sudah jelas, Brasero, karena kebanyakan laptop terbaru sudah tidak lagi memiliki optical drives. Sedangkan Empathy… what is this, 2011? Layanan chat sekarang ini kalau bukan web ya mobile, sedangkan yang berbasis destop sudah mulai ditinggalkan.

Yeah, meskipun USC punya pengganti baru, tetapi sepertinya GNOME Software akan bisa menggantikan enaknya menambah PPA/repo, mengupdate repo dan menginstall aplikasi melalui terminal aka command line. apt-get FTW!

“No news is good news”

Dikutip dari The Register:

If you’re a long-time Ubuntu user that might be a good thing. No news is good news. This is doubly true if you’ve been through the Windows 10 transition this year and systemd earlier this year and the Unity transition in the years before that in Linux. Arguably, no news really is good news if you just want to get some work done.

Yep, Ubuntu 15.10 sudah resmi dirilis beberapa hari yang lalu, tapi seperti dengan beberapa rilis sebelumnya, tidak ada perubahan besar yang membuat saya tertarik untuk meninggalkan (14.04) LTS. So… sampai ketemu tahun depan, 16.04.

Apa itu Unity 8 dan Mir?

Unity adalah antarmuka bawaan untuk Ubuntu.

Unity 8 adalah versi berikut dari Unity yang dijadwalkan akan diluncurkan bersamaan dengan Ubuntu 16.10 pada Oktober 2016. Pada dasarnya Unity 8 tidak begitu berbeda dari Unity 7 yang saat ini bekerja dengan baik untuk desktop Ubuntu, namun salah satu perubahan utama yang dibawa Unity 8 adalah kemampuannya beradaptasi pada layar yang berbeda, yaitu pada desktop dan smartphone/tablet.

Jadi, dengan Unity 8, pengguna dapat menghubungkan smartphone/tablet yang bertampilan mobile ke monitor (dan mouse dan keyboard) untuk mendapatkan tampilan desktop. Unity 8 pada smartphone/tablet akan beradaptasi dengan layar monitor sehingga program yang ada di smartphone/tablet tersebut tetap bisa berjalan dengan lancar dari monitor. Konsep ini disebut sebagai convergence atau konvergensi, yang merupakan konsep awal pengembangan Unity sejak tahun 2010.

Mir adalah display server yang dikembangkan oleh Canonical untuk menggantikan X Window System di Ubuntu.

Dalam dunia Linux, display server adalah program pada sistem operasi GNU/Linux yang bertugas untuk mengkordinasikan input dan output dari pengguna ke sistem operasi dan sebaliknya. Dengan kata lain, display server adalah program yang membuat hardware dan program bisa berkomunikasi, dan menampilkan grafik di layar.

Mir dikembangkan secara khusus sebagai the next generation display server untuk menggantikan X di Ubuntu yang dianggap sudah tua. Mir dikembangkan untuk mengimbangi Unity 8 yang diharapkan mampu memberikan pengalaman penggunaan terbaik antar perangkat.