Pick two

Mobile OS
Tiga kriteria unggulan setiap mobile OS, via Jac Machalani.

Kalau disuruh pilih, Anda pilih yang mana? Apps + Customization, Customization + Experience atau Apps + Experience?

Jimmy Iovine

…in the record business, you can show someone your song, and they don’t copy it. In the tech business, you show somebody your idea, and they steal it.
Jimmy Iovine via Re/code

Beats Music di Play Store

iTunes for Android? Not so fast.

Dengan resminya pembelian Beats, itu artinya Apple juga berhak atas kepemilikan aplikasi Beats Music yang sudah diluncurkan ke App Store, Google Play Store dan Windows Phone Store.

Dikutip dari Re/code:

Apple says it will keep the Beats hardware brand intact, as well as the Beats Music streaming service

Dan bagaimana dengan iTunes for Android yang masih rumor?

Sepertinya Beats Music yang cross-platform sudah cukup untuk menggantikan posisi “iTunes for Android”.

Apple resmi membeli Beats seharga $3 miliar

Dikutip langsung dari blog Beats:

“Music is such an important part of all of our lives and holds a special place within our hearts at Apple,” said Tim Cook, Apple’s CEO. “That’s why we have kept investing in music and are bringing together these extraordinary teams so we can continue to create the most innovative music products and services in the world.”

Music. Nuff said.

Tidak sabar menunggu WWDC 2014 3 Juni nanti.

Journey with Linux

Ubuntu 14.04 LTS Trusty
Ubuntu 14.04 LTS Trusty

Saya baru saja membaca sebuah artikel di Engadget, dan tersadar betapa mudahnya GNU/Linux jaman sekarang, khususnya distro yang saya gunakan, Ubuntu.

Sebagai seorang pengguna GNU/Linux sejak tahun 2009, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada para veteran GNU/Linux, kepada orang-orang yang menggunakan GNU/Linux di masa sebelum saya meskipun waktu itu dukungan hardware sangat susah, aplikasi minim, banyak bug, dan masalah-masalah lainnya. Mereka-mereka inilah orang yang berperan besar membawa GNU/Linux ke era yang lebih baik, terutama dukungan hardware dan software yang semakin bertambah.

Mungkin “it just works” tidak berlaku untuk semua orang, tapi setidaknya itulah pengalaman saya selama menggunakan Ubuntu beberapa tahun belakangan ini. Sekali lagi, thanks buat kakak-kakak dan om-om yang sudah duluan pakai GNU/Linux.

Popcorn Time di Ubuntu

Popcorn Time
Popcorn Time. Popcorn Time adalah jawaban saya dari “kalau internetnya cepat mau dipakai buat apa?”

Popcorn Time adalah sebuah aplikasi gratis dan open source yang memungkinkan kita untuk browsing, mendownload, dan menonton film (streaming).

Popcorn Time ini bagaikan Netflix-gratis, dikarenakan Popcorn Time menyajikan film-film Hollywood secara gratis alias tanpa bayar, bedanya, kalau dengan Netflix Anda streaming film dari server mereka, sedangkan Popcorn Time Anda streaming dari torrent.
Continue reading “Popcorn Time di Ubuntu”