Meskipun kadang dianggap sebagai sebuah kekurangan, tapi saya rasa baterai yang sifatnya non-removable (tidak bisa/mudah dilepas) pada smartphone itu adalah sebuah keuntungan karena lebih aman dibanding kalau dia removable.

Aman, karena bisa mencegah pengguna smartphone untuk berbuat bodoh dan ceroboh, misalnya saja menusuk baterai.

Inilah yang terjadi kalau baterai pada smartphone Anda ditusuk:

View post on imgur.com


Walau pada gambar di atas yang ditunjukkan adalah sebuah baterai yang sifatnya non-removable, tapi hasilnya tidak akan jauh berbeda kalau yang ditusuk adalah baterai yang sifatnya removable dengan jenis yang sama. Asap dan kebakaran seperti itu adalah kondisi yang bisa saja terjadi kalau Anda menusuk baterai, khususnya jenis baterai yang digunakan pada smartphone Anda.

Dikutip dari artikel HowStuffWorks yang berjudul “How Lithium-ion Batteries Work”:

When a fire like this happens, it is usually caused by an internal short in the battery. Recall from the previous section that lithium-ion cells contain a separator sheet that keeps the positive and negative electrodes apart. If that sheet gets punctured and the electrodes touch, the battery heats up very quickly. You may have experienced the kind of heat a battery can produce if you have ever put a normal 9-volt battery in your pocket. If a coin shorts across the two terminals, the battery gets quite hot.

In a separator failure, that same kind of short happens inside the lithium-ion battery. Since lithium-ion batteries are so energetic, they get very hot. The heat causes the battery to vent the organic solvent used as an electrolyte, and the heat (or a nearby spark) can light it. Once that happens inside one of the cells, the heat of the fire cascades to the other cells and the whole pack goes up in flames.

Singkatnya, di dalam baterai (seperti pada gambar di atas) ada lapisan/separator yang memisahkan elemen (elektrode) positif dan negatif di dalam baterai. Kalau lapisan tersebut sobek karena terpukul atau tertusuk dan elektrode di dalamnya saling bersentuhan maka akan menimbulkan arus pendek yang akan membuat baterai tersebut menjadi panas dengan seketika.

Guys, menusuk baterai bisa menyebabkan hal yang serius. Bisa melukai dan membuat benda-benda di sekitarnya terbakar.

Serius, jangan.

Sebenarnya, awalnya saya merasa kalau saya tidak perlu membuat postingan baru seperti ini untuk memperingatkan orang-orang bahaya menusuk baterai. Karena saya kira orang-orang sudah paham kalau baterai itu mengandung bahan kimia.

Saya yakin Anda pasti sudah tahu mengenai aturan standarnya, kalau baterai itu tidak boleh dibuang sembarangan apalagi di dekat api, tidak boleh dirusak, dan jangan dipergunakan pada suhu tinggi, dll.

Tapi, nyatanya pada hari ini saya sangat kaget. Di salah satu grup Facebook yang saya ikuti, ada cerita dari seseorang yang meminta solusi dari touchscreen iPhone miliknya yang sedikit terangkat akibat baterai yang kembung. Menurut pemiliknya, baterainya masih belum boros, masih “seperti biasa”. Dan menurut si pemilik, yang ternyata sudah bertanya ke iBox (katanya di Bandung), “orang iBox” menyarankan untuk menusuk baterainya yang kembung itu dengan jarum. Alasannya, karena baterainya “sayang diganti”, karena masih belum boros.

What. The. Fuck.. iBox !!!

Kaskus Apple iPhone Community - Facebook

“Masih bagus, sayang kalau diganti”.

Saya bukan seorang ahli elektrokimia, tapi dengan semua pengetahuan yang saya miliki, saya rasa keputusan “orang iBox” untuk lebih menyarankan menusuk baterai yang kembung itu dibanding menggantinya dengan yang baru sangat tidak smart.

Saya tidak peduli, apakah yang dipakai itu “hanya” jarum biasa, atau apakah cara itu “sudah pernah” dilakukan sebelumnya, yang jelas don’t push your luck too far. Anda tidak akan 100% tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Menusuk baterai yang kembung bisa membuat gas beracun yang terperangkap di dalamnya keluar dan meledak.

TL;DR: Hanya karena seseorang berhasil membuat baterai yang kembung menjadi “normal” kembali dengan cara menusuknya, bukan berarti cara itu aman dan layak untuk dianjurkan ke orang lain. Apalagi kalau ada solusi lain yang lebih aman.