Wi-fi take over

Speedtest
Saya adalah salah satu pengunjung setia WiFi.id Corner di kota Makassar. Tetapi karena biasanya saat saya datang corner-nya sudah ramai yang artinya sudah banyak orang yang mendownload anime, saya terpaksa harus puas dengan kecepatan ~50 KB/s yang hanya biasa buat buka Facebook dan browsing Reddit seadanya. Setidaknya sampai download-an mereka selesai yang only god knows when.
Continue reading “Wi-fi take over”

OpenShot 2.0 – Beta dirilis

Meski terlambat dua tahun dari rencana awalnya (berdasarkan halaman Kickstarter-nya) tapi video editor open source OpenShot 2.0 Beta akhirnya dirilis juga.

Yang ingin mencoba versi 2.0 (beta) ini harus bersabar sedikit karena installer-nya baru akan tersedia untuk para baker di Kickstarter terlebih dahulu. Setelah itu installer juga akan mulai tersedia pada situs resminya dan menyusul ke PPA-nya.

How I came to find Linux

Ian Murdock menceritakan pengalamannya pertama kali bertemu Linux:

…so one day, in January 1993, I set out to find an X server that would run on my PC. As I searched for such a thing on Usenet, I stumbled across something called “Linux.”

Linux wasn’t an X server, of course, but it was something much better: A complete UNIX-alike operating system for PCs, something I hadn’t even contemplated could exist. Unfortunately, it required a 386 processor or better, and my PC only had a 286. So, I began to save my pennies for a machine fast enough to run it, and while I did that, I devoured everything I could get my hands on about the object of my desire. A few weeks later, I posted a message to Purdue’s computing interest Usenet group asking if anyone on campus was running Linux—and got one response, from a computer science student named Mike Dickey, who happily invited me over to show me his Linux setup. Inspired, I bought a box of thirty floppy diskettes and began the slow process of downloading Linux to the floppies from a PC lab in the Krannert building, though it would be another month before I could afford an actual computer on which to install it.

Ian Murdock, salah satu orang paling penting di dunia GNU/Linux telah meninggal dunia. Terima kasih atas Debian, Ian. Selamat jalan.

WordPress client untuk Linux dirilis

Bagi Anda blogger WordPress yang kebetulan menggunakan distro Linux sebagai sistem operasi utama/sehari-hari, ada kabar baik nih. Aplikasi desktop WordPress untuk Linux baru saja dirilis 🙂

Aplikasi desktop ini selain untuk mengelola blog WordPress.com (free) juga bisa untuk mengelola blog yang dihosting sendiri (WordPress.org), seperti Appbuntu.com ini 🙂

Buat yang mau coba silakan download aplikasinya di halaman ini.

Happy blogging!

Notify, notifikasi dari terminal ke smartphone

Notify adalah sebuah program sederhana yang open source yang berguna untuk mengirimkan notifikasi dari terminal pada komputer GNU/Linux Anda ke smartphone (Android/iOS) Anda. Sangat membantu ketika melakukan pekerjaan atau menjalankan sebuah perintah yang butuh waktu lama untuk selesai, misalnya ketika melakukan update/upgrade paket dalam jumlah besar, menjalankan sebuah script panjang, mengompilasi kernel, dan lain sebagainya.

Caranya installnya gampang. Pertama Anda harus menginstall aplikasi notify pada smartphone Anda dan kemudian menginstall program yang diperlukan pada komputer GNU/Linux Anda. Untuk menyinkronkan antara smartphone dan komputer Anda dibutuhkan sebuah key yang bisa ditemukan pada aplikasi notify pada smartphone.

Langkah selengkapnya seperti ini:

  1. Install notify-cli dari terminal, tetapi pastikan kalau npm (Node) sudah terinstall sebelumnya di komputer Anda.
  2.  npm install -g notify-cli
  3. Setelah aplikasi notify terinstall pada smartphone Android Anda misalnya, buka aplikasinya dan catat key-nya. Kemudian jalankan perintah berikut:
  4. notify -r keyAnda
  5. Setelah sukses meregistrasikan key milik Anda, sekarang Anda sudah bisa mencobanya langsung. Cara untuk bisa mengirim notifikasi ke smartphone Anda adalah dengan menyisipkan ; notify pada akhir perintah yang dijalankan pada terminal.
  6. Contoh: $ sudo apt-get upgrade ; notify

Selamat mencoba 🙂

The Basic Principles of Security

Salah satu prinsip dasar keamanan yang membuat (OS berbasis) Linux dan Windows berbeda:

Any software, hardware, or user should be allowed only to use absolutely necessary system resources — and no more. The least access, the less chance of providing an unexpected entrance for intrusions. This principle is the most widely acknowledged among experts, and applies almost everywhere. A relevant modern example is the use of encryption so that data stored in cloud storage can only be read by the owner, and not the company providing the storage.

18 Years of GNOME Design and Software Evolution

GNOME (GNU Object Model Environment) adalah desktop environment (DE) untuk Linux yang dikembangkan oleh Miguel de Icaza and Federico Mena di tahun 1997 sebagai alternatif yang open source dari KDE yang saat itu bergantung pada Qt widget toolkit yang merupakan perangkat lunak proprietary.

CodeWeavers is bringing DirectX 11 to Linux

CrossOver Ubuntu

Kabarnya, CrossOver yang merupakan produk CodeWeavers akan mulai mendukung teknologi DirectX 11 pada akhir tahun ini. CrossOver adalah program sejenis Wine yang berguna untuk menjalankan program-program berbasis Windows (.EXE) di GNU/Linux.

Sebelumnya Wine sudah mendukung DirectX 9 tetapi karena kebanyakan game terbaru tidak lagi mendukung DirectX 9 maka CodeWeavers mengambil keputusan untuk memasukkan dukungan DirectX 11 ke CrossOver.

Dikutip dari blog CodeWeavers:

However, you might still be able to play these titles on your Mac or Linux computer when they are released later this year using CrossOver. In the coming months, CodeWeavers will have support for DirectX 11; better controller support; and furtherimprovements to overall GPU performance. While these incremental improvements for game support may seem small (at first), the cumulative improvements for game support will allow for many of these games to ‘just run’ when released. And when more games ‘just run’ in CrossOver, it won’t matter if you’re battling against Thor or Apollo using a PC, a Mac, or a Linux computer.

Meskipun CrossOver adalah produk berbayar, tetapi kabarnya dukungan terhadap DirectX11 ini akan diteruskan ke Wine yang open source.

Kebanyakan Linux gamers cenderung lebih memilih OpenGL yang native dan menghindari teknologi yang berhubungan dengan Windows untuk masalah kompatibilitas, tetapi saya pikir dukungan terhadap DirectX yang lebih bagus akan lebih memudahkan masuknya game-game berkualitas ke GNU/Linux, meski masih sebatas portingan. Yang pada akhirnya akan menguntungkan gamers dan bahkan non-gamers juga.